Covid Varian ‘Deltacron’ Beneran Ada? 25 Orang Terinfeksi

Ilustrasi Virus Covid-19 (Photo created by wirestock via Freepik)
Ilustrasi Virus Covid-19 

Varian baru Covid-19 ditemukan Deltacron. Mengutip CNBC International, Bloomberg News melaporkan jenis corona ini menemukan jenis virus corona yang menggabungkan varian Delta dan Omicron.

Baca juga : Kemenkes Prediksi Puncak Gelombang Omicron pada Februari (doctortool.id)

“Saat ini ada koinfeksi Omicron dan Delta dan kami menemukan strain ini yang merupakan kombinasi dari keduanya,” kata peneliti, Profesor Ilmu Biologi Universitas Siprus Leondios Kostrikis dalam sebuah wawancara dengan TV lokal, Sigma, dikutip Selasa (11/1/2022).

“Penemuan itu dinamai Deltacron karena identifikasi genetik mirip Omicron.”

Mengutip laman yang sama, sudah 25 kasus ditemukan. Sayangnya penelitian lanjutan masih diperlukan dan peneliti telah mengirim temuan ke GISAID, database internasional yang melacak Covid-19.

“Kita akan melihat di masa depan apakah strain ini lebih patologis atau lebih menular termasuk apakah ia lebih ‘menang’ melawan dua strain dominan, Delta dan Omicron,” kata Kostrikis lagi.

Ia menyakini apa yang ditemukannya bukan kesalahan teknis. Ia berdalih, ada tekanan evolusioner pada ‘galur leluhur’ untuk memperoleh mutasi dan bukan hasil peristiwa rekombinasi.

Sementara itu, pakar kesehatan global meragukan kemungkinan mutasi ini. Kemungkinan “strain” adalah hasil dari kesalahan pemrosesan laboratorium.

Ini dikatakan pakar Covid-19 Organisatie Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Krutika Kuppali di Twitter. Dalam kasus ini, kemungkinan ada kontaminasi laboratorium dari fragmen Omicron dalam spesimen Delta.

“Jangan gabungkan nama penyakit menular dan serahkan saja (penggabungan itu) ke pasangan selebriti,” sindirnya.

Hal senada juga diyakini ilmuwan lain dari Imperial College London, Dr Tom Peacock. Urutan Deltacron Siprus, tegasnya, jelas merupakan kontaminasi.

“Beberapa dari kita telah melihat urutannya dan sampai pada kesimpulan yang sama bahwa itu tidak terlihat seperti rekombinan nyata,” jelasnya mengacu pada kemungkinan penataan ulang materi genetik.

Sumber : Covid Varian ‘Deltacron’ Beneran Ada? 25 Orang Terinfeksi (cnbcindonesia.com)