Monthly Archives - Juli 2020

Eropa Cemas karena Infeksi Covid-19 pada Anak Muda Meningkat

Wisatawan mengenakan masker di Bandara Schiphol, di Schiphol, Belanda, 19 Juli 2020. Jumlah penerbangan meningkat karena lebih banyak negara Eropa yang dapat diakses oleh orang-orang Belanda lagi sejak pelonggaran pembatasan diterapkan pada penyebaran SARS-CoV-2 coronavirus yang menyebabkan penyakit COVID-19.Foto: EPA-EFE/KOEN VAN WEEL REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Direktur regional Eropa untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Hans Kluge, mengatakan, peningkatan infeksi di kalangan kaum muda dapat mendorong lonjakan kasus baru-baru ini di seluruh benua. Baca juga: Ilmuwan Singapura Kembangkan Tes Covid-19, Hasilnya Keluar 36 Menit Kondisi...

Read more...

Klaster Perkantoran Jadi Penyebaran Covid-19, Karyawan di Jakarta Waswas

Penumpang KRL Commuter Line tiba di Stasiun Bogor, Jumat (26/6/2020). Tim gugus tugas penanganan Covid-19 Jawa Barat melakukan rapid test dan tes usap pada penumpang KRL Commuter Line yang tiba di Stasiun Bogor untuk memetakan sebaran Covid-19.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO) Penulis Wahyu Adityo Prodjo | Editor Sabrina Asril JAKARTA, KOMPAS.com - Penyebaran virus Covid-19 di perkantoran membuat sejumlah karyawan merasa waswas saat bekerja. Mereka berharap bisa kembali bekerja dari rumah di saat perkantoran menjadi salah satu klaster penyebaran Covid-19. “Tiap ke kantor rasanya...

Read more...

Ilmuwan Singapura Kembangkan Tes Covid-19, Hasilnya Keluar 36 Menit

Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab atau usap untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19.(Horth Rasur) Penulis Mela Arnani | Editor Rizal Setyo Nugroho KOMPAS.com - Para ilmuwan di Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura mengklaim telah menemukan cara untuk meningkatkan kecepatan memperoleh hasil tes Covid-19 hingga empat kali lipat. Melansir CNA, 27 Juli 2020, metode pengujian disebut dapat menentukan hasil tes dalam 36 menit, sekitar seperempat dari waktu yang dibutuhkan oleh tes standar yang ada. Baca juga: Indonesia Diperkirakan Butuh Rp25...

Read more...

Waspadai Delapan Klaster Penyebaran Covid-19

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito(Dok. BNPB) Penulis Dani Prabowo | Editor Dani Prabowo JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga Senin (27/7/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 100.303 kasus, sejak diumumkan pertama kali pada 2 Maret 2020. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dalam sehari terdapat penambahan 1.525 kasus baru yang dicatat satgas, kemarin. Baca juga: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Asal China: Anggaran dan Kekhawatirannya… Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, setidaknya terdapat delapan klaster...

Read more...

Indonesia Diperkirakan Butuh Rp25 Triliun-30 Triliun untuk Vaksin Covid-19

Ilustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19(Shutterstock) Penulis Fitria Chusna Farisa | Editor Bayu Galih JAKARTA, KOMPAS.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dany Amrul Ichdan menyebut, pemerintah harus menyiapkan sekitar Rp 25 triliun hingga Rp 30 triliun untuk menyediakan vaksin Covid-19. Perkiraan angka tersebut dikalkulasikan dengan perkiraan harga vaksin yang mencapai 5 hingga 10 dollar AS, dikalikan dengan 175 juta vaksin. Baca juga: Klaster Perkantoran Covid-19 Disebabkan Karyawan Terpapar di Luar Kantor "Kalau katakanlah 5 dollar itu harganya dan dijual...

Read more...

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Asal China: Anggaran dan Kekhawatirannya…

Ilustrasi vaksin Covid-19, vaksin virus corona(Shutterstock) Penulis Fitria Chusna Farisa | Editor Fabian Januarius Kuwado JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan segera menggelar uji klinis tahap tiga vaksin Covid-19 asal China, Sinovac. Saat ini pemerintah telah menerima 2.400 vaksin. Uji coba dilakukan pemerintah bekerja sama dengan PT Bio Farma. "Rencana kita awal Agustus kalau lancar itu sudah bisa dilakukan uji klinis tahap tiga," kata Corporate Secretary PT Bio Farma Bambang Heriyanto dalam diskusi yang digelar secara virtual, Minggu (26/7/2020). Baca juga:...

Read more...

Klaster Perkantoran Covid-19 Disebabkan Karyawan Terpapar di Luar Kantor

Ilustrasi virus corona (Covid-19)(KOMPAS.com/NURWAHIDAH) Penulis Rindi Nuris Velarosdela | Editor Egidius Patnistik JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, klaster penularan Covid-19 di perkantoran berawal dari karyawan yang terpapar virus corona saat beraktivitas di luar kantor. Karyawan yang terpapar Covid-19 dari luar kantor itu kemudian menularkan virus ke lingkungan perkantoran. "Klaster perkantoran itu sumber penularannya dari berbagai pihak. Baca juga: Ilmuwan Temukan Cara Hasil Cepat Tes COVID-19 Massal Memang bisa dari internal di dalam gedung atau kegiatan...

Read more...

Ini Kriteria Pasien Covid-19 yang Biayanya Bisa Diklaim Rumah Sakit ke Kemenkes

Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona(Shutterstock) Penulis Dian Erika Nugraheny | Editor Icha Rastika JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Widyawati mengatakan, pasien Covid-19 tidak ditagih pembiayaan untuk perawatan selama di rumah sakit. Akan tetapi, biaya perawatan pasien tersebut dapat diganti dengan cara rumah sakit mengajukan klaim kepada Kemenkes. Baca juga: Benarkah Covid-19 “Tak Semengerikan Itu”? Ini Data dan Fakta soal Virus Corona " Rumah sakit mengajukan klaim. Pasien tidak ditagih (biaya perawatan)," kata...

Read more...

Ilmuwan Temukan Cara Hasil Cepat Tes COVID-19 Massal

Teknisi lab mengoperasikan mesin qPCR. Algoritma penginderaan terkompresi dapat mempercepat proses hasil tes (Foto: IEEE) Jakarta - Meningkatnya kasus terinfeksi COVID-19 di sejumlah negara membuat laboratorium kewalahan menguji hasil tes COVID-19. Para ilmuwan menemukan cara mengetahui hasil tes COVID-19 dengan cepat. Untuk diketahui, tim laboratorium saat ini kekurangan reagen yang dibutuhkan untuk melakukan tes. Selain itu, tes SARS-CoV-2 sulit dilakukan dalam jumlah besar. Kedua masalah ini bisa menunda hasil tes pasien. Para ilmuwan di Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) yakin bahwa mereka telah menemukan...

Read more...

Benarkah Covid-19 “Tak Semengerikan Itu”? Ini Data dan Fakta soal Virus Corona

Ilustrasi pasien virus corona, virus corona(Shutterstock) Penulis Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor Inggried Dwi Wedhaswary KOMPAS.com - Penyebaran virus corona masih menimbulkan keresahan di hampir seluruh negara di dunia. Meski aktivitas perlahan kembali berjalan, banyak yang berubah dalam keseharian. Pemerintah masih melakukan upaya penanganan virus penyebab Covid-19 ini. Masyarakat diminta disiplin melakukan protokol pencegahan penularan Covid-19. Laporan adanya infeksi virus corona jenis baru dilaporkan di Wuhan, China, pada 31 Desember 2019. Artinya, sudah sekitar 205 hari virus ini menyebar. Ratusan...

Read more...
Tim Layanan Pelanggan kami siap menjawab semua pertanyaan Anda