Author - anis

Penelitian: Kondisi Kronis Percepat Kematian Akibat Covid-19

Ilustrasi Covid-19 REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Interaksi Covid-19 dengan penyakit kronis yang terus meningkat secara global dan faktor-faktor risiko terkait, termasuk obesitas, gula darah yang tinggi, dan polusi udara luar ruangan, selama 30 tahun terakhir telah menciptakan sebuah badai yang memicu tingkat kematian Covid-19. Baca juga: Sistem Kekebalan Tubuh, Gejala Parah Covid-19, dan Mutasi Virus Corona… Berdasarkan penelitian Global Burdenof Disease Study (GBD), meningkatnya paparan terhadap faktor-faktor risiko utama, termasuk tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, obesitas, dan kolesterol tinggi, disertai meningkatnya kematian karena penyakit...

Read more...

CDC China Sebut Makanan Beku Terkontaminasi COVID-19 Bisa Tularkan Corona

CDC china sebut makanan beku yang terkontamintasi COVID-19 bisa tularkan Corona. (Foto ilustrasi: iStock) Jakarta - Jejak Corona yang ditemukan di makanan beku atau frozen food disebut bisa menularkan COVID-19. Hal ini seiring dengan laporan China yang berkali-kali menemukan jejak Corona di makanan beku. Meski begitu, para ahli termasuk WHO menegaskan tidak ada bukti COVID-19 bisa menular lewat makanan. Baca juga: Studi: Sebagian Besar Pasien Covid-19 Tunjukkan Gejala Neurologis, Apa Itu? Sementara itu, Reuters melaporkan CDC China mengaku makanan yang terkontaminasi Corona bisa menularkan virus dan...

Read more...

Sistem Kekebalan Tubuh, Gejala Parah Covid-19, dan Mutasi Virus Corona…

Ilustrasi demam, batuk, pilek, gejala Covid-19(Shutterstock/Dragana Gordic) Penulis Nur Fitriatus Shalihah | Editor Sari Hardiyanto KOMPAS.com - Orang yang terinfeksi virus corona bisa mengalami gejala ringan hingga berat. Dua studi baru menunjukkan bahwa beberapa kasus yang mengancam jiwa dapat ditelusuri ke titik lemah dalam sistem kekebalan pasien. Dilansir Science Daily, Sabtu (24/9/2020) dua studi baru menawarkan penjelasan mengapa kasus Covid-19 bisa sangat bervariasi, yaitu pada beberapa orang gejalanya parah, sementara itu ada juga yang tidak merasakan apa-apa. Sebagian pasien mengalami mutasi...

Read more...

Studi: Sebagian Besar Pasien Covid-19 Tunjukkan Gejala Neurologis, Apa Itu?

Ilustrasi Covid-19, virus corona, pasien Covid-19, pasien infeksi virus corona(Shutterstock) Penulis Vina Fadhrotul Mukaromah | Editor Rizal Setyo Nugroho KOMPAS.com - Gejala neurologis, atau yang berhubungan dengan saraf, disebut sangat umum ditemukan di antara kasus-kasus pasien Covid-19 serius atau di rumah sakit. Temuan tersebut dipublikasikan dalam sebuah studi di jurnal Annals of Clinical and Translational Neurology, Senin (5/10/2020). Dalam studi tersebut, gejala yang ditemukan bermacam-macam. Dimulai dari gejala-gejala ringan seperti kesulitan menaruh fokus atau perhatian, memori jangka pendek, konsentrasi, hingga kesulitan...

Read more...

Disebut Hadapi Gelombang Keempat COVID-19, Ada Apa dengan Hong Kong?

Disebut menghadapi gelombang keempat COVID-19, ada apa dengan Hong Kong? (Foto: AP Photo) Jakarta - Usai menghadapi gelombang ketiga COVID-19, ahli menyebut Hong Kong akan menghadapi gelombang keempat Corona. Kekhawatiran akan gelombang baru COVID-19 dicurigai datang seiring dengan musim flu yang berpotensi memicu lonjakan infeksi COVID-19. "Hong Kong berada di ambang gelombang keempat infeksi COVID-19 karena kombinasi faktor, dari kasus yang tidak dapat dilacak di masyarakat, hingga pelancong yang sakit yang melewati pemeriksaan, dan musim flu yang membayangi," para ahli kesehatan memperingatkan, dikutip dari South...

Read more...

Obat-Obatan HIV tak Ampuh Bagi Pasien Covid-19

Obat Covid-19 palsu (ilustrasi). Foto: www.freepik.com REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kombinasi obat antivirus yang biasanya digunakan untuk mengobati HIV ternyata tidak memiliki efek positif pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Temuan hasil penelitian yang ditinjau bersama pada  Senin (5/10) ini mengkonfirmasi hasil awal dari uji coba obat secara acak berskala besar. Baca juga: Menkes: Prioritas Vaksin Covid-19 untuk Tenaga Medis dan Pekerja Berusia 18-59 Tahun Ilmuwan Inggris yang menjalankan tim uji coba RECOVERY di Universitas Oxford pada Juni mengatakan hasil sementara...

Read more...

Perusahaan Farmasi Korsel Kembangkan 3 Perawatan Covid-19

Ilustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19(Shutterstock) Penulis Gloria Setyvani Putri | Editor Gloria Setyvani Putri KOMPAS.com - Perusahaan farmasi Korea Selatan, Daewoong Pharmaceutical menginvestasikan Rp 127 triliun untuk mengembangkan tiga jenis perawatan Covid-19. Pengobatan ini diperkirakan selesai pada 2021 dan akan didistibusikan ke lembaga medis atau kesehata, termasuk Indonesia. Baca juga: Dialami Banyak Pasien Covid-19, Apa Itu Anosmia? Berangkat dari jumlah kasus Covid-19 yang terus bertambah dan angka kematian yang mencapai lebih dari satu juta orang di seluruh dunia, perusahaan ini...

Read more...

Menkes: Prioritas Vaksin Covid-19 untuk Tenaga Medis dan Pekerja Berusia 18-59 Tahun

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) Penulis Dian Erika Nugraheny | Editor Diamanty Meiliana JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan ( Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, ada dua kelompok masyarakat yang akan menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Dua kelompok itu adalah tenaga medis dan pekerja berusia 18-59 tahun. Baca juga: Diungkap, Pola Penularan Covid-19 di dalam Kabin Pesawat Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan...

Read more...

Dialami Banyak Pasien Covid-19, Apa Itu Anosmia?

Ilustrasi hidung(shutterstock) Penulis Retia Kartika Dewi | Editor Inggried Dwi Wedhaswary KOMPAS.com - Demam, batuk kering, dan kelelahan merupakan gejala umum seseorang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19. Gejala lain yang juga kerap dirasakan banyak pasien Covid-19 adalah hilangnya kemampuan indera perasa (lidah) dan penciuman ( hidung). Kehilangan kemampuan perasa disebut dysgeusia, dan hilangnya kemampuan penciuman ini disebut anosmia. Mengutip ABC, 25 September 2020, American Academy of Otolaryngology Head and Neck Surgery melaporkan, bukti anektodal yang terkumpul dari situs-situs di...

Read more...

Diungkap, Pola Penularan Covid-19 di dalam Kabin Pesawat

Ilustrasi penumpang pesawat memakai masker selama penerbangan. Penularan virus corona penyebab Covid-19 berisiko terjadi selama penerbangan, terjadi melalui aerosol maupun droplet dari orang yang terinfeksi SARS-CoV-2.(SHUTTERSTOCK/Thanakorn.P) Editor Glori K. Wadrianto KOMPAS.com -Dua hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah menimbulkan pertanyaan apakah penularan Covid-19 dalam penerbangan panjang lebih mudah terjadi, daripada yang diduga sebelumnya? Penelitan pertama mengamati empat orang dalam penerbangan 15 jam yang sama dari Boston, Amerika Serikat ke Hong Kong, yang kemudian keempatnya dinyatakan positif Covid-19. Dalam kasus...

Read more...
Tim Layanan Pelanggan kami siap menjawab semua pertanyaan Anda