Pasien BPJS Kesehatan di Labuan Bajo Kini Bisa Operasi Katarak dengan Metode Phaco

Pasien BPJS Kesehatan di Labuan Bajo Kini Bisa Operasi Katarak dengan Metode Phaco

Ilustrasi. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com – Pasien atau peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Labuan Bajo kini bisa operasi katarak dengan metode Phaco di Siloam Hospitals Labuan Bajo.

Baca Juga : 26 Suster di Biara Santa Anna Yogyakarta Positif Covid – DoctorTool

Dengan adanya mesin phacoemulsification Centurion Vision System dan dokter spesialis mata yang memiliki kompetensi International ini, pasien mata katarak tidak harus jauh-jauh pergi ke luar wilayah NTT guna melakukan operasi. Dengan menggunakan mesin phacoemulsification Centurion Vision System, operasi katarak menggunakan mesin ini hanya memakan waktu 10-15 menit.

“Kami melihat di daratan flores ini dokter spesialis mata belum banyak. Dan juga fasilitas kesehatan yang dapat melayani melalui metode phaco belum ada di daratan flores ini. Sementara dengan layanan operasi phaco ini sangat berguna sekali untuk masyarakat, karena operasi ini singkat dan dengan minimal luka operasi, sehingga pasien tidak perlu lama pemulihan dan dapat langsung beraktivitas. Jadi dengan demikian kami mengadakan pelayanan untuk operasi phaco ini,” kata Direktur Siloam Hospitals Labuan Bajo, Hermas Irawan, Selasa (2/2).

Selain efektif dan cepat, Hermas Irawan turut menambahkan akan fasilitas dan tenaga medis yang telah siap guna melakukan operasi melalui teknik phaco ini. Adapun program pelayanan operasi katarak melalui teknik phaco ini ditanggung melalui layanan BPJS Kesehatan. Sehingga masyarakat yang membutuhkan operasi tersebut dapat menggunakan program BPJS Kesehatan sebagai penanggungnya.

“Dokter spesialis mata di Siloam Hospitals Labuan Bajo telah bersertifikat guna melakukan kegiatan operasi katarak melalui teknik phaco ini. Alat yang digunakan pun sangat menunjang dan masyarakat yang membutuhkan operasi dapat menggunakan BPJS Kesehatan sebagai penanggungnya”, pungkas Hermas menjelaskan.

Indonesia sampai saat ini masih menjadi negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara, yaitu sebesar 1,5 persen per dua juta penduduk. Setiap tahun, 240.000 orang terancam mengalami kebutaan karena katarak. Sementara itu di NTT, mengacu pada data Dinas Kesehatan NTT, sepanjang tahun 2018-2019, total telah dilakukan 236 operasi katarak secara gratis kepada para lansia.

Sumber : Pasien BPJS Kesehatan di Labuan Bajo Kini Bisa Operasi Katarak dengan Metode Phaco | merdeka.com

Share this post


Tim Layanan Pelanggan kami siap menjawab semua pertanyaan Anda