6 Gejala dan Tanda Covid-19 Mulai Memengaruhi Kesehatan Jantung

6 Gejala dan Tanda Covid-19 Mulai Memengaruhi Kesehatan Jantung

6 Gejala dan Tanda Covid-19 Mulai Memengaruhi Kesehatan Jantung
Ilustrasi jantung(yodiyim)

Penulis Retia Kartika Dewi | Editor Rizal Setyo Nugroho

KOMPAS.com – Virus corona penyebab Covid-19 umumnya menyerang organ tubuh bagian pernapasan, terutama paru-paru.  Hal itu seperti infeksi yang terjadi pada SARS dan MERS karena penyebabnya berasal dari keluarga virus yang sama, yaitu coronavirus.  Orang yang terinfeksi Covid-19 akan mengalami gejala batuk, demam, bahkan kesulitan bernapas karena terganggunya saluran pernapasnnya. Namun, yang berbeda dengan SARS dan MERS, Covid-19 juga berdampak pada organ tubuh lain, salah satunya jantung.  Dilansir dari Times of India, (17/1/2021), ada 7 tanda gejala Covid-19 yang berdampak pada jantung pasien yang terinfeksi:

1. Komplikasi jantung

Studi JAMA menyebutkan, hampir 78 persen pasien Covid-19 muda dan sehat yang telah sembuh dari Covid-19 mengalami tanda-tanda komplikasi dan kerusakan jantung. Faktanya, bagi mereka yang memiliki gangguan jantung, Covid-19 juga dapat meningkatkan risiko kematian.

Baca juga: Gejala COVID-19 pada Lidah Makin Banyak Ditemukan, Ini Ciri-cirinya

Studi lain yang dilakukan oleh CDC China Weekly menemukan bahwa 22 persen pasien yang meninggal akibat Covid-19 menderita masalah jantung. Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa untuk masalah yang sering muncul secara diam-diam, masalah jantung dapat muncul di hari-hari pertama infeksi, bahkan bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala. Sehingga, selama masa infeksi Covid-19, sangat penting untuk menjaga jantung dan melihat tanda-tanda awal masalah.

2. Kelelahan ekstrem

Kelelahan, kelelahan akut, dan nyeri dada sering dilaporkan sebagai gejala di antara orang-orang yang didiagnosis dengan kerusakan jantung setelah seseorang terinfeksi Covid-19. Diketahui, saat jantung bekerja terus-menerus untuk mengatur aliran darah, maka kondisi itu benar-benar bisa membuat seseorang merasa lelah dan mengalami detak jantung yang cepat dan tidak teratur. Hal ini adalah salah satu tanda peringatan awal dari masalah jantung. Apabila Anda menderita kelelahan kronis dan mengalami detak jantung yang tidak menentu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan nasihat.

3. Radang jantung

Miokarditis atau radang otot jantung adalah komplikasi jantung yang ditakuti, tetapi umum terkait dengan Covid-19. Diketahui, miokarditis dapat terjadi karena serangan langsung virus pada jantung, atau karena badai sitokin, yang dapat membuat tubuh menyerang sel-sel sehat secara keliru. Dengan peradangan jantung dan masalah lainnya, otot jantung menjadi lebih lemah, menyebabkan organ membesar dan mengganggu aliran darah.

Kondisi ini menyebabkan tingkat tekanan darah Anda turun secara mendadak dan menyebabkan penumpukan cairan. Tekanan berlebihan di paru-paru atau jantung juga bisa menyebabkan gagal jantung. Oleh karena itu, seseorang tidak boleh terlalu genting selama atau setelah pemulihan.

4. Saturasi oksigen

Selain itu, suatu komplikasi umum dapat terjadi ketika virus menghalangi aliran darah membawa oksigen dalam tubuh, kondisi seperti hipoksia, disorientasi, kebingungan, bibir atau wajah kebiruan. Jika hal ini terjadi, artinya bisa jadi merupakan sinyal adanya gangguan pada jantung. Gangguan apa pun pada aliran darah dapat menyebabkan penggumpalan, meningkatkan peradangan, dan mempersulit jantung untuk melakukan tugasnya.

5. Nyeri dada

Tanda gangguan jantung lainnya efek dari infeksi Covid-19 yakni nyeri pada bagian dada. Nyeri dada sebagai gejala adalah sesuatu yang berhubungan dengan penurunan fungsi paru-paru, sesak napas, serta kerusakan jantung.

Dalam kasus Covid-19, penggandaan dan penyebaran virus dapat mengganggu fungsi jantung dan bisa merusak otot-otot jantung. Efeknya, seseorang yang terinfeksi bisa mengalami nyeri dada, atau angina. Selain itu, nyeri dada juga dianggap sebagai salah satu tanda pertama serangan jantung. Namun, dalam beberapa kasus, nyeri dada yang ekstrem dan berdenyut serta denyut jantung yang berfluktuasi juga dapat menyebabkan pingsan.

6. Sindrom takikardia

Beberapa peneliti percaya bahwa pasien Covid-19, terutama mereka yang melakukan perjalanan jauh dapat menghadapi kondisi seperti POTS atau sindrom takikardia ortostatik postural. Sindrom ini merusak sistem saraf, menyebabkan ketidakseimbangan detak jantung, tingkat tekanan darah yang tidak biasa. Selain itu, yang perlu diwaspadai yakni tanda takikardia juga dapat bermanifestasi menjadi gejala seperti pusing, sirkulasi darah menurun, menyebabkan jantung berdebar-debar, pusing, kekebalan tubuh yang terganggu. Itu semuanya dapat dianggap sebagai tanda awal gangguan jantung.

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/19/192700565/6-gejala-dan-tanda-covid-19-mulai-memengaruhi-kesehatan-jantung?page=all

Share this post


Tim Layanan Pelanggan kami siap menjawab semua pertanyaan Anda