Meski Manjur Mencegah Covid-19, Apa Saja Efek Samping dari Vaksin Corona?

Meski Manjur Mencegah Covid-19, Apa Saja Efek Samping dari Vaksin Corona?

Meski Manjur Mencegah Covid-19, Apa Saja Efek Samping dari Vaksin Corona?
Ilustrasi vaksinasi pada lansia(SHUTTERSTOCK/BaLL LunLa)

Penulis Luthfia Ayu Azanella | Editor Rizal Setyo Nugroho

KOMPAS.com – Sejumlah vaksin virus corona saat ini sudah mulai diberikan kepada warga dunia untuk menciptakan kekebalan dari Covid-19.  Indonesia sendiri telah menyatakan akan melaksanakan vaksinasi dengan 6 jenis vaksin virus corona yaitu Sinovac, PT Bio Farma, Oxford-AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer-BioNTech. Diharapkan dengan vaksinasi, maka akan tercipta kekebalan kelompok atau herd immunity dan penyebaran Covid-19 dapat menurun. Sebab sejumlah vaksin mengklaim memiliki kemanjuran di atas 90 persen mencegah munculnya gejala Covid-19. 

Efek samping

Namun selain manfaat dari vaksin, masyarakat juga perlu mengetahui sejumlah efek samping setelah mendapatkan suntikan vaksin.  Meskipun banyak pula yang setelah mendapatkan suntikan tidak merasakan gejala apapun.  Berdasarkan penuturan sejumlah orang yang telah menerima vaksin Covid-19 di AS, ada efek samping yang berbeda-beda yang dialami oleh sebagian dari mereka.

Baca juga: Per 1 Januari 2021, Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Naik jadi Rp 35.000

Sakit kepala

Mengutip The New York Times, Senin (28/12/2020), dr. Taneisha Wilson (36) mengaku mengalami sakit kepala setelah 2,5 jam disuntikkan vaksin Pfizer ke dalam tubuhnya. Itu adalah sakit kepala terparah yang pernah ia rasakan, ia merasa seperti dipukul-pukul.

Bahkan rasa sakit yang cukup signifikan itu membuatnya secara tidak sadar mengerang dengan suara yang keras. Untungnya, sakit kepala itu segera hilang setelah 36 jam berlalu. Wilson pun mengaku tidak menyesal telah menerima vaksin, meski efek samping berupa pusing sempat ia rasakan. Apa yang dialam oleh Wilson memang tidak terjadi pada semua penerima vaksin.

Dalam uji klinis yang dilakukan, Pfizer menyebut 13 persen relawan penerima vaksin usia 18-55 tahun mengalami hal serupa, sakit kepala parah, setelah pemberian dosis pertama. Pada penerima vaksin yang lain, efek samping yang dirasakan juga cukup beragam. Berikut beberapa di antaranya: 

  • Menggigil
  • Demam
  • Bekas suntikan yang terasa nyeri
  • Lelah
  • Gatal-gatal di sekitar lokasi suntikan
  • Kehilangan fokus atau yang disebut dengan “brain fog”
  • Anafilaksis, alergi parah yang bisa mengancam nyawa.

Sakit perut

Sementara itu, efek samping yang lain dilaporkan terjadi pada sejumlah lansia penerima vaksin yang tinggal di panti jompo. Mereka mengalami sakit perut setelah menerima suntikan vaksin Covid-19. Namun, atas semua efek samping yang terjadi, ahli vaksinasi dari University of Pennsylvania, Dr. Paul Offit justru menyebutnya sebagai kabar baik.

Gejala yang terjadi

Mengutip Boston Globe (18/12/2020), efek samping berupa nyeri otot, sendi, atau lokasi bekas suntikan, lalu kelelahan, sakit kepala, dan menggigil merupakan efek samping yang disebut-sebut umum terjadi. Namun tidak dengan demam, gejala ini cukup jarang dijumpai pada penerima vaksin meskipun ditemukan juga beberapa kasusnya.

Ada juga keluhan yang dilaporkan terjadi setelah menerima vaksin Covid-19. Keluhan itu berupa Bell’s Palsy yang mengakibatkan kelumpuhan pada wajah untuk sementara waktu. Akan tetapi, belum bisa dipastikan apakah keluhan ini timbul berhubungan dengan vaksin yang diterima atau penyebab lain di luar itu. Hingga saat ini otoritas pemeriksa makanan dan obat-obatan AS (FDA) masih terus memeriksanya. Kabar baiknya, semua efek samping yang ditimbulkan oleh vaksin bisa disembuhkan dalam beberapa waktu.

Tanda vaksin bereaksi

Adanya efek samping merupakan sinyal dari tubuh bahwa vaksin yang diinjeksikan telah bekerja dan bereaksi. “Kami menyebutnya efek samping, tetapi sebenarnya itu hanya efek. Ini lah yang dilakukan oleh respons imun Anda saat merespons infeksi,” kata Paul Offit, seorang dokter anak dan ahli vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia dan anggota panel penasihat FDA. 

Di lain pihak, asisten profesor imunologi di Public Health School TH Chan Harvard, Dr. Eric Rubin menyebut efek samping ini bukan berarti penerima vaksin terinfeksi virus corona. “Efek samping yang Anda lihat tidak ada hubungannya dengan Covid-19. Ini ada hubungannya dengan bahan dalam vaksin. Itu hal yang sama yang akan Anda dapatkan dari vaksin apa pun,” kata Rubin.

Selain itu, Presiden Academic Institute di Houston Methodist, Dr. H. Dirk Sostman, mengutip Kompas.com (22/12/2020) dari Celveland Clinic,  mengajak masyarakat untuk tidak khawatir dengan vaksin Covid-19. Meski terbilang cepat dalam proses pengembangannya dan ada banyak kisah yang muncul tentang efek samping yang ditimbulkan, vaksin tetap bermanfaat bagi masyarakat dunia dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Banyak orang menghindari vaksin karena takut efek sampingnya. Padahal, manfaat vaksin lebih besar daripada efek sampingnya. Setiap kemungkinan adanya efek samping pasti akan diinformasikan dengan jelas (oleh pengembang) ke publik,” jelas Sostman.

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/29/162900365/meski-manjur-mencegah-covid-19-apa-saja-efek-samping-dari-vaksin-corona-?page=all

Share this post

Tinggalkan Balasan


Tim Layanan Pelanggan kami siap menjawab semua pertanyaan Anda