Studi: Kerusakan Paru-paru dan Jantung dari Pasien Covid-19 Bisa Pulih

Studi: Kerusakan Paru-paru dan Jantung dari Pasien Covid-19 Bisa Pulih

Studi: Kerusakan Paru-paru dan Jantung dari Pasien Covid-19 Bisa Pulih
Ilustrasi(Shutterstock)

Penulis Dandy Bayu Bramasta | Editor Sari Hardiyanto

KOMPAS.com – Salah satu akibat yang ditimbulkan setelah terinfeksi virus corona adalah paru-paru atau jantung seseorang pasien akan mengalami kerusakan. Kabar baiknya adalah kerusakan paru dan jantung akibat infeksi Covid-19 tersebut dapat membaik seiring berjalannya waktu.

Mengutip EurekAlert, Minggu (6/9/2020), hal itu berdasarkan hasil studi dari para peneliti di Austria yang mengamati sekitar 86 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit pada 24 April hingga 9 Juni. Para peneliti ini melakukan studi terhadap para pasien Covid-19 di University Clinic of Internal Medicine di Innsbruck, St Vinzenz Hospital di Zams serta Cardio-Pulmonary Rehabilitation Centre di Munster, Austria.

Baca juga: Studi: Obesitas Dapat Memperparah Covid-19

Kontrol ulang secara rutin

Sepulang dari rumah sakit, mereka diharuskan untuk melakukan kontrol ulang secara rutin pada 6, 12, hingga 24 minggu. Saat melakukan kontrol, pemeriksaan klinis, uji laboratorium, analisis jumlah oksigen dan karbondioksida dalam darah arteri, dan uji fungsi paru dilakukan terhadap pasien-pasien tersebut. Pada saat kunjungan pertama mereka, lebih dari separuh pasien memiliki setidaknya satu gejala yang menetap, terutama sesak napas dan batuk, dan CT scan masih menunjukkan kerusakan paru-paru pada 88 persen pasien. Sebanyak 56 pasien menunjukkan gejala persisten pada saat kunjungan di minggu keenam.

Pada kunjungan tersebut diamati sekitar 40 pasien masih mengeluh sesak napas dan 13 pasien lainnya masih mengalami gejala batuk. Namun, pada saat kunjungan mereka berikutnya, 12 minggu setelah keluar dari rumah sakit, gejalanya membaik, dan kerusakan paru-paru berkurang hingga 56 persen.

Pada kunjungan ini, sesak napas pada 31 pasien mulai membaik meski 13 pasien pasien masih mengalami batuk. “Kabar buruknya adalah orang menunjukkan kerusakan paru akibat Covid-19 beberapa pekan setelah keluar,” kata salah satu anggota tim peneliti Sabina Sahanic dari University Clinic di Innsbruck. “Kabar baiknya adalah kerusakan tersebut cenderung membaik seiring waktu yang menunjukkan paru memiliki mekanisme untuk memperbaiki diri sendiri,” tambah Sahanic.

Pentingnya perawatan lebih lanjut

Mengutip Medical Xpress, Senin (7/9/2020), rata-rata usia pasien yang terlibat adalah 61 tahun dan 65 persen di antaranya adalah laki-laki. Hampir setengah dari mereka adalah perokok atau mantan perokok dan 65 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

21 persen dari mereka pernah dirawat di unit perawatan intensif dan 19 persen pernah mendapatkan ventilasi mekanis invasif. Rata-rata lama rawat inap di rumah sakit adalah 13 hari. “Mengetahui bagaimana pasien telah terpengaruh jangka panjang oleh virus corona memungkinkan gejala dan kerusakan paru diobati lebih awal dan mungkin berdampak signifikan pada rekomendasi dan saran medis lanjutan,” kata Sahanic.

Sahanic juga mengatakan, indikator biologi untuk kerusakan jantung, pembekuan darah, dan inflamasi semuanya meningkat dengan baik. “Untungnya dalam kelompok Innsbruck, kami tidak melihat disfungsi jantung terkait virus corona yang parah pada fase pasca-akut,” kata Sahanic. “Disfungsi diastolik yang kami amati juga cenderung membaik seiring waktu,” tambahnya.

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/11/073000665/studi–kerusakan-paru-paru-dan-jantung-dari-pasien-covid-19-bisa-pulih?page=all

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tim Layanan Pelanggan kami siap menjawab semua pertanyaan Anda