Selain Happy Hypoxia, Gejala Tak Biasa Covid-19: Covid Toes

Selain Happy Hypoxia, Gejala Tak Biasa Covid-19: Covid Toes

Selain Happy Hypoxia, Gejala Tak Biasa Covid-19: Covid Toes
Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

TEMPO.COJakarta – Seiring dengan kasus Covid-19 yang merajalela di seluruh dunia, dokter dan para ahli kesehatan terus datang dengan informasi baru mengenai bagaimana virus itu menginfeksi manusia. Gejala yang dilaporkan bukan lagi sekadar batuk, demam, dan sesak napas.

Beberapa bahkan dianggap tak biasa seperti yang disebut sebagai happy hypoxia, sebuah kondisi menurunnya kadar oksigen dalam darah yang tak dirasakan pasiennya. Ada pula laporan tentang jari jemari memerah dan bahkan ungu yang kadang disertai gatal dan sakit.

Baca juga: Mengenal 3 Vaksin Covid-19 China yang Akan Dipakai RI

Sering disebut dan disederhanakan sebagai ‘Covid toes’, gejala pada ujung jari kaki ini lebih banyak dilaporkan dialami orang muda daripada yang lanjut usia–dan kerap muncul sebagai gejala tunggal atau tidak ada gejala lain dari Covid-19 alias asimptomatik alias OTG. Dalam studi kecil di Italia, para penelitinya melaporkannya di hampir 20 persen pasien Covid-19. Sedang studi sebelumnya dari Cina melaporkan hanya 0,2 persen pasien Covid-19 yang disertai gejala pada kulit.

‘Covid toes’ dilaporkan mirip kondisi peradangan di mana satu jari atau lebih berubah kemerahan, bengkak, dan kadang berisi cairan. Beberapa hari kemudian, merah berubah gelap menjadi keunguan. Jari jemari tangan bisa juga mengalaminya. Sebelum kemudian gejala itu menghilang dalam beberapa pekan.

“Mereka tidak sampai harus dirawat intensif dengan ventilator. Setidaknya itu yang kami lihat dari data yang ada,” kata Esther Freeman, ahli dermatologi di Massachusetts General Hospital di Boston, Amerika Serikat kepada Washington Post.

Laporan gejala Covid-19 pada ujung jari jemari ini pertama kali muncul di Prancis pada awal April lalu. Lalu disebutkan lagi dalam Journal of the American Academy of Dermatology edisi 18 April. Jurnal itu memuat kasus mahasiswa di Belgia yang disebut memiliki infeksi Covid-19 yang menimbulkan chilblains–sebuah kondisi gatal, sakit dan bengkak pada kulit, biasanya di tangan dan kaki, akibat sirkulasi darah yang terganggu gara-gara cuaca ekstrem dingin.

Masalahnya, saat ini belum masuk musim dingin di negara-negara itu dan gejala didapati pada pasien Covid-19 sekalipun asimptomatik. Pada titik ini, banyak dokter berpikir Covid toes terkait dengan virus corona Covid-19 tapi mungkin tidak disebabkan langsung olehnya. Peradangan yang terjadi mungkin bagian dari respon imun tubuh terhadap infeksi itu.

Kemungkinan lain adalah gumpalan kecil darah dalam jaringan darah di jari menyebabkan bintik atau bercak merah pada kulit, atau dinding pembuluh darah mengalami peradangan karena kondisi yang dikenal sebagai vasculitis. “Masih banyak yang harus dipelajari tentang gejala di jari pasien Covid-19 ini,” kata Freeman.

Art Papier, profesor dermatologi di University of Rochester Medical Center in New York juga mengatakan kalau banyak infeksi virus bisa memicu bercak merah dan gatal pada kulit. Termasuk dia mempertanyakan adakah pengobatan lain yang mungkin menjadi pemicunya. “Ini adalah tantangan yang dibawa Covid-19. Apakah ini bintik atau bercak merah terkait Covid-19 atau karena sebab lain?” katanya.

Sumber: https://tekno.tempo.co/read/1379709/selain-happy-hypoxia-gejala-tak-biasa-covid-19-covid-toes/full&view=ok

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tim Layanan Pelanggan kami siap menjawab semua pertanyaan Anda