Studi Ungkap Risiko Tertular Virus Corona Covid-19 di Kereta

Studi Ungkap Risiko Tertular Virus Corona Covid-19 di Kereta

Studi Ungkap Risiko Tertular Virus Corona Covid-19 di Kereta
Ilustrasi kereta(PIXABAY/tookapic)

Penulis Shierine Wangsa Wibawa | Editor Shierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 mengubah cara kita hidup sehari-hari. Pasalnya, selalu ada risiko infeksi Covid-19 hingga vaksinnya ditemukan. Terbaru, para peneliti mengungkapkan risiko seseorang terinfeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 jika menggunakan kereta.

Baca juga: Tetangga Kena Covid-19, Mungkinkah Virusnya Menyebar di Udara Sekitar?

Hasilnya mengungkapkan bahwa tingkat risiko bervariasi dari hampir 0 persen sampai 10 persen tergantung dari lokasi duduk. Risiko paling tinggi adalah ketika Anda duduk dekat orang yang terinfeksi. Sementara itu, jika Anda duduk jauh dari orang yang terinfeksi, maka risikonya tergolong rendah.

Dipaparkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, para peneliti mendapatkan hasil ini setelah menganalisis ribuan penumpang yang menggunakan G-series train, kereta berkecepatan tinggi di China, antara pertengahan Desember 2019 hingga akhir Februari 2020. Periode itu mencakup masa sebelum terjadinya wabah Covid-19 hingga puncak Covid-19 di China.

Dari seluruh penumpang, ada 2.300 orang yang ditemukan mengalami Covid-19 dalam 14 hari sejak mereka menggunakan G-train. Mereka disebut sebagai pasien index. Tim peneliti juga mengidentifikasikan 72.000 penumpang yang duduk dalam jarak tiga baris horizontal dan lima baris vertikal di sekitar 2.300 orang ini. Dari 72.000 orang tersebut, hanya 234 yang kemudian mengalami Covid-19 terkait penggunaan G-series train. Artinya, risiko terinfeksi secara keseluruhan di kereta ini hanyalah 0,32 persen.

Namun, ketika para peneliti melihat posisi duduk mereka, hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang yang duduk tepat di samping orang yang terinfeksi memiliki risiko paling tinggi tertular Covid-19, dengan rata-rata risiko 3,5 persen. Sementara itu, orang yang duduk di barisan yang sama dengan penumpang yang terinfeksi, tetapi tidak pas di sebelahnya, berisiko tertular sebanyak 1,5 persen atau 10 kali lipat lebih tinggi dari orang yang duduk di barisan depan atau belakang orang yang terinfeksi.

Durasi perjalanan juga turut memengaruhi risiko terinfeksi Covid-19. Tim peneliti memperkirakan bahwa risiko seseorang untuk tertular penyakit ini meningkat sebanyak 0,15-1,3 persen setiap jam mereka berada di kendaraan yang sama dengan penumpang yang terinfeksi. Untungnya, risiko ini menurun drastis ketika penumpang yang terinfeksi telah meninggalkan kereta.

Dari 1.342 orang yang menduduki kursi bekas penumpang dengan Covid-19, para peneliti mendapati bahwa hanya 1 orang (0,075 persen) yang lantas menjadi terinfeksi. Penulis utama studi, Dr Shengjie Lai dari University of Southampton, mengatakan, studi kami menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan risiko transmisi Covid-19 di kereta, lokasi duduk dan durasi perjalanan seseorang terhadap penumpang yang terinfeksi bisa membuat perbedaan besar dalam penularannya.

“Temuan ini menunjukkan bahwa selama epidemi Covid-19, sangat penting untuk mengurangi kepadatan penumpang dan mempromosikan upaya kebersihan pribadi, penggunaan masker dan jika bisa, pengecekan temperatur sebelum naik ke kereta,” ujarnya. Tim peneliti pun merekomendasikan untuk memberi jarak dua tempat duduk antar penumpang dalam satu baris, dan membatasi waktu perjalanan penumpang maksimal tiga jam, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di kereta.

Sumber: https://www.kompas.com/sains/read/2020/08/05/180500323/studi-ungkap-risiko-tertular-virus-corona-covid-19-di-kereta?page=all

Share this post

Tinggalkan Balasan


Tim Layanan Pelanggan kami siap menjawab semua pertanyaan Anda