Depok Luncurkan Aplikasi Monitoring Covid-19 Berbasis RW

Depok Luncurkan Aplikasi Monitoring Covid-19 Berbasis RW

Depok Luncurkan Aplikasi Monitoring Covid-19 Berbasis RW
Ilustrasi Internet(Thinkstock)

Penulis Vitorio Mantalean | Editor Irfan Maullana

DEPOK, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Depok meluncurkan aplikasi monitoring Covid-19 untuk pemantauan dan pelaporan kasus Covid-19 berbasis RW yang rencananya efektif digunakan per Rabu (20/5/2020) mendatang. Wali Kota Depok Mohammad Idris berujar, aplikasi ini bertujuan memudahkan komunikasi antar 925 “RT / RW Siaga Covid-19” di seantero Depok, dengan pihak lurah sebagai koordinator dan camat sebagai anggota gugus tugas.

Baca juga: Pemerintah Pertimbangkan Tes Swab Covid-19 Massal dan Acak di 8 Provinsi

“Selain itu untuk mempercepat dan memudahkan pengawasan Kampung Siaga Covid-19 dengan ODP, PDP, pasien positif, dan pasien isolasi rumah termasuk OTG,” jelas Idris kepada wartawan pada Senin (18/5/2020). Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengaku, selama ini metode pelaporan dan pemantauan kurang efektif karena masih memakai metode manual berbasis printer.

“Mulai Rabu ini, untuk Satgas Siaga, mereka bisa langsung mengakses, log in sesuai RW masing-masing. Satu RW hanya bisa log in di 1 RW memantau wilayahnya,” kata Dadang, Rabu. “Misalnya ada kasus baru belum terjaring oleh petugas, itu nanti dia bisa juga (melaporkan via aplikasi),” lanjut dia.

Di samping itu, Dadang mengklaim bahwa aplikasi ini juga menyediakan fitur forum diskusi untuk memudahkan koordinasi antar wilayah. “Di situ ada juga forum diskusi, kontennya untuk menyampaikan keluhan, untuk mencari solusi, dan memudahkan mereka mencari informasi,” tutupnya.

Data terbaru per Minggu (17/5/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Depok sudah mencapai 414 kasus, tersebar di 62 dari 63 kelurahan di Depok. Dari jumlah itu, 95 pasien dinyatakan sembuh dan 21 lainnya meninggal dunia. Angka kematian itu belum menghitung kematian suspect / PDP yang meninggal dengan gejala mirip Covid-19. Jumlah kematian suspect di Depok sebanyak 68 korban sejak 18 Maret 2020 dan sampai sekarang tak dikonfirmasi positif atau negatif Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/05/18/15181461/depok-luncurkan-aplikasi-monitoring-covid-19-berbasis-rw

Share this post

Tinggalkan Balasan


Tim Layanan Pelanggan kami siap menjawab semua pertanyaan Anda